You are currently browsing the category archive for the 'burung' category.

albatross.jpg

Albatross sudah ada di bumi sejak 50 juta tahun yang lalu, 100 kali lebih lama dibandingkan dengan keberadaan manusia. Selama masa itu mereka mampu bertahan hidup di lautan yang ganas. Tetapi saat ini, Albatross benar-benar tak berdaya melawan ancaman yang diciptakan manusia (Sir David Attenborough).

Lantas apa yang membunuh mereka? Di darat, telur dan anak-anak Albatross dimangsa oleh hewan-hewan yang dibawa masuk oleh manusia ke pulau yang dijadikan mereka sebagai tempat bertelur. Akan tetapi itu belum seberapa dibandingkan dengan ancaman yang mereka hadapi di lautan. Dari 22 spesies Albatross yang ada di bumi, 19 spesies terancam kepunahan karena longline fishing.

Dengan cara menangkap ikan seperti ini, ratusan bahkan ribuan kail pancing direntang dalam satu tali pancing yang panjangnya bisa mencapai 130 kilometer (ya kilometer, bukan meter). Albatross yang tertarik dengan umpan akan menyambarnya dan akibatnya fatal bagi Albatross. Terkait di mata pancing, Albatross terseret dan mati tenggelam. Setiap tahunnya tak kurang dari 100.000 Albatross mati dengan cara ini.

Foto diambil dari sini.

godwit.jpg
Biru-laut ekor-blorok (Limosa lapponica) adalah burung luar biasa. Penerbang jauh yang sanggup terbang jauh tanpa turun ke bumi selama seminggu untuk menempuh jarak lebih dari 18.000 km dari Alaska ke Selandia Baru menyebrangi Samudra Pasifik. Perkara jarak terbang, sebenarnya ia masih kalah dengan Dara-laut artika (Sterna paradisaea) yang terbang lebih dari 32.000 km saban tahunnya dari Kutub Utara ke Kutub Selatan pergi pulang. Hanya saja Dara-laut artika menempuh jarak tersebut dengan kadang “beristirahat” di laut sambil mencari makan. Sementara Biru-laut ekor-blorok tidak makan sama sekali selama penerbangan jauhnya itu, ia hanya mengandalkan cadangan lemak di tubuhnya sebagai bahan bakar.

Gambar diambil dari sini.

peregrine-falcon.jpg
Burung Alap-alap kawah (Falco peregrinus) sering disebut sebagai mahluk tercepat di bumi. Konon kabarnya, dia mampu menukik dengan kecepatan lebih dari 300 km per jam. Konon pula kabarnya, dengan melihat disain tubuh Alap-alap kawah, secara teoritis burung ini mampu melesat hingga  400 km per jam di ketinggian rendah bahkan hingga 600 km per jam di ketinggian.  Walaupun begitu, bukti yang ada menunjukan kecepatan menukik burung ini “hanya” 140 km per jam.

Foto diambil dari sini.

tahyul.jpg
Kutub Utara sering diasosiasikan dengan Beruang kutub, orang Eskimo dan Penguin. Sejatinya, tidak ada Penguin di Kutub Utara. Maka Beruang kutub tidak pernah bertemu Penguin di habitat aslinya. Orang Eskimo yang seumur-umur hidup di kampungnya, mungkin akan sama girangnya dengan saya jika melihat Penguin. Begitulah, cerita lengkapnya ada saya tulis di sini.

Gambar diambil dari sini.

pitohui.jpg
Ular, kalajengking, ubur-ubur … ini bukan pisuhan, hanya menyebut sedikit contoh macam satwa yang biasanya diasosiasikan dengan racun. Apakah ada burung yang beracun? Begitu dulu seorang kawan bertanya. Ada, jawab saya. Pitohui, yang beranggotakan 6 spesies, dari Papua, bulu dan kulitnya mengandung racun syaraf yang lumayan ampuh.

Foto diambil dari sini.

turdpoli.jpg

Dikirimi foto dari Gunung Lawu ini oleh Sandal. Anis gunung, Turdus poliocephalus stresemanni begitu nama ilmiahnya. Di gunung-gunung di Pulau Jawa, burung ini lumayan umum dijumpai di ketinggian 2.000 m ke atas. Kawan para pendaki gunung, begitu dia biasa dikenal. Tidak takut didekati para pendaki. Gemar bermain-main di lantai hutan dan menyanyi di tajuk bawah pohon. Memakan buah-buahan dan invertebrata hutan.